PEDOMAN PELAKSANAAN REMBUK STUNTING TINGKAT DESA

Tidak ada komentar

Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh

Oleh : Bustami, S.Pd.I (Pendamping Desa Kecamatan Jangka Buya Kabupaten Pidie Jaya)

1. Latar Belakang

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Di Indonesia, stunting masih menjadi isu prioritas nasional, sehingga dibutuhkan intervensi terpadu dan konvergen di tingkat desa dan kecamatan.

Rembuk Stunting desa merupakan forum koordinasi dan konvergensi lintas sektor yang bertujuan menyusun rencana aksi penurunan stunting berbasis data lokal. Pendamping Desa berperan sebagai fasilitator agar proses rembuk berjalan partisipatif, efektif, dan menghasilkan komitmen nyata.

Pedoman ini mengacu pada:

  1. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
  2. Permendesa PDTT Nomor 21 Tahun 2023 tentang Pedoman Umum Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.
  3. Permenkes Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.
  4. Panduan Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (Kemenko PMK, 2023).

2. Tujuan

  1. Umum: Mempercepat penurunan angka stunting di desa melalui sinergi lintas sektor, data berbasis bukti, dan partisipasi masyarakat.
  2. Khusus:
    • Mengidentifikasi keluarga dan balita berisiko stunting.
    • Menyusun rencana aksi intervensi stunting yang realistis, terukur, dan terintegrasi ke dalam perencanaan desa.
    • Menguatkan komitmen pemerintah desa, kader, dan masyarakat dalam penanganan stunting.
    • Meningkatkan kapasitas desa dalam pemantauan dan evaluasi kegiatan gizi.

3. Sasaran Peserta

  • Kepala Desa dan Perangkat Desa.
  • Tuha Peut
  • Pendamping Desa (PLD/PD).
  • Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), dan Kader PKK.
  • Bidan Desa dan Tenaga Kesehatan Puskesmas.
  • Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda.
  • Perwakilan keluarga berisiko stunting.
  • Unsur lembaga kemasyarakatan desa (karang taruna, kelompok tani, BUMDes).

4. Waktu dan Tempat

  • Waktu: Disesuaikan dengan ketersediaan peserta, biasanya 1 hari penuh.
  • Tempat: Meunasah Gampong atau aula pertemuan desa yang memadai.

5. Metode Pelaksanaan

  1. Fasilitasi Partisipatif: Diskusi terbuka, kelompok kecil, dan plenary session.
  2. Pemaparan Data: Data surveilans gizi, pemetaan keluarga berisiko, dan indikator stunting lokal.
  3. Diskusi Kelompok Terarah (FGD): Identifikasi faktor risiko, tantangan, dan strategi penanganan.
  4. Pemetaan Partisipatif: Menggunakan peta desa untuk menandai rumah tangga berisiko stunting.
  5. Penyusunan Rencana Aksi: Menetapkan kegiatan, indikator keberhasilan, jadwal, dan penanggung jawab.
  6. Komitmen Bersama: Penandatanganan berita acara oleh seluruh peserta.

6. Tahapan Kegiatan

Tahap Persiapan:

  • Pengumpulan data keluarga berisiko stunting dari KPM dan Puskesmas.
  • Penyusunan daftar peserta dan undangan.
  • Persiapan materi, alat bantu, dan logistik.

Tahap Pelaksanaan:

  • Pembukaan oleh Kepala Desa.
  • Penyampaian data stunting desa.
  • Diskusi kelompok dan identifikasi masalah serta solusi.
  • Penyusunan rencana aksi desa.
  • Penandatanganan komitmen dan berita acara hasil rembuk.

Tahap Tindak Lanjut:

  • Integrasi hasil rembuk ke dalam RKPDes, RPJMDes, dan APBDes.
  • Pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut sesuai rencana aksi.
  • Pelaporan kegiatan ke Kecamatan dan Dinas terkait.

7. Materi Rembuk Stunting

  1. Data keluarga berisiko stunting di desa (usia ibu, status gizi, riwayat kesehatan anak).
  2. Analisis faktor penyebab stunting (gizi, kesehatan, sanitasi, perilaku, sosial-ekonomi).
  3. Intervensi gizi spesifik: suplementasi, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang.
  4. Intervensi gizi sensitif: air bersih, sanitasi, pendidikan keluarga, ekonomi rumah tangga.
  5. Strategi monitoring dan evaluasi kegiatan.

8. Peran Pendamping Desa/ Pendamping Lokal Desa

  • Memfasilitasi proses rembuk agar partisipatif dan fokus.
  • Menyajikan data dan analisis yang akurat.
  • Membantu menyusun rencana aksi berbasis bukti.
  • Mengawal integrasi hasil rembuk ke perencanaan desa.
  • Membantu monitoring dan evaluasi tindak lanjut.

9. Hasil yang Diharapkan

  1. Dokumen Notulen Rembuk Stunting Desa.
  2. Peta keluarga berisiko stunting berbasis data lapangan.
  3. Rencana aksi desa (matriks kegiatan, indikator, penanggung jawab, jadwal).
  4. Komitmen tertulis seluruh peserta.
  5. Peningkatan kapasitas desa dalam pengelolaan program penurunan stunting.

10. Anggaran

  • Sumber: Dana Desa (DD), APBDes, swadaya masyarakat, dan dukungan lintas sektor.
  • Anggaran digunakan untuk logistik, konsumsi, dokumentasi, dan publikasi hasil rembuk.

11. Monitoring dan Evaluasi

  • Pemantauan secara berkala oleh Pendamping Desa dan Pemerintah Desa.
  • Evaluasi capaian rencana aksi, termasuk jumlah keluarga yang mendapatkan intervensi dan perubahan status gizi anak.
  • Laporan hasil evaluasi dikirim ke Kecamatan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

12. Penutup

Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan pelaksanaan Rembuk Stunting Desa di Kecamatan Jangka Buya agar kegiatan berjalan terstruktur, berbasis data, partisipatif, dan menghasilkan rencana aksi nyata. Dengan pelaksanaan yang konsisten, desa dapat berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka stunting dan pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.



Materi Fasilitasi Rembuk Stunting Tingkat Desa

Untuk Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD)

1. Pendahuluan

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif. Penanganan stunting membutuhkan pendekatan multisektoral, melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, sanitasi, dan ekonomi masyarakat. Rembuk stunting desa menjadi forum penting untuk:

  • Mengidentifikasi keluarga dan anak yang berisiko.
  • Menyusun rencana intervensi spesifik dan sensitif gizi.
  • Meningkatkan koordinasi antar sektor dan masyarakat.

2. Data Keluarga Berisiko Stunting

Pendataan keluarga berisiko menjadi langkah awal dalam perencanaan intervensi. Data yang dikumpulkan mencakup:

Aspek Indikator yang Dikumpulkan
Ibu Usia ibu saat hamil, status gizi (BB/U, IMT), riwayat kesehatan (anemia, hipertensi, penyakit kronis)
Anak Usia anak, status gizi saat lahir, pertumbuhan (BB/U, TB/U, BB/TB), imunisasi lengkap, riwayat penyakit
Keluarga Pendidikan orang tua, pekerjaan, pendapatan rumah tangga, akses air bersih, sanitasi, perilaku kesehatan

Tujuan: Mengetahui populasi prioritas intervensi dan faktor risiko yang mempengaruhi stunting.

3. Analisis Faktor Penyebab Stunting

Analisis faktor dilakukan dengan pendekatan multidimensional, meliputi:

  1. Gizi:
    • Asupan kalori dan protein yang tidak cukup.
    • Kekurangan mikronutrien (zat besi, vitamin A, zinc).
  2. Kesehatan:
    • Infeksi berulang (diare, ISPA).
    • Imunisasi tidak lengkap.
    • Akses terbatas ke layanan kesehatan dasar.
  3. Sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih:
    • Akses terbatas air bersih.
    • Toilet dan fasilitas sanitasi yang tidak layak.
    • Kebiasaan cuci tangan dan pola pemberian makanan belum optimal.
  4. Sosial-ekonomi:
    • Tingkat pendidikan orang tua rendah.
    • Pendapatan keluarga tidak stabil.
    • Beban pekerjaan ibu mengurangi waktu perawatan anak.

Metode Analisis:

  • Pemetaan keluarga berisiko berdasarkan data keluarga.
  • Diskusi kelompok untuk menggali faktor penyebab lokal.
  • Prioritasi masalah yang dapat segera diintervensi.

4. Intervensi Gizi Spesifik

Intervensi gizi spesifik ditujukan untuk memperbaiki status gizi ibu dan anak secara langsung:

Jenis Intervensi Pelaksanaan di Desa
Suplementasi Pemberian tablet tambah darah, vitamin A, zinc, serta PMT balita dan ibu hamil
Imunisasi Peningkatan cakupan imunisasi dasar (BCG, Polio, DPT, Campak)
Pemantauan Tumbuh Kembang Pengukuran rutin berat badan dan tinggi badan balita, pembuatan KMS, rujukan bila diperlukan
Konseling Gizi Edukasi ibu tentang MP-ASI, pemberian makanan tambahan, pola makan seimbang

5. Intervensi Gizi Sensitif

Intervensi gizi sensitif memperbaiki faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mendukung status gizi:

Jenis Intervensi Pelaksanaan di Desa
Air Bersih & Sanitasi Penyediaan air bersih, pembangunan jamban, kampanye hidup bersih
Pendidikan Keluarga Penyuluhan kesehatan ibu dan anak, pelatihan kader posyandu
Ekonomi Rumah Tangga Pendampingan usaha mikro, pemberdayaan kelompok perempuan, diversifikasi pangan lokal
Lingkungan & Sosial Pemberdayaan masyarakat melalui kelompok PKK, kader posyandu, dan musyawarah desa

6. Strategi Monitoring dan Evaluasi Kegiatan

Monitoring dan evaluasi penting untuk mengetahui efektivitas intervensi:

  1. Monitoring Rutin:

    • Pemantauan pertumbuhan anak di posyandu.
    • Pencatatan kehadiran anak dan ibu dalam kegiatan intervensi.
    • Tracking asupan gizi, imunisasi, dan suplementasi.
  2. Evaluasi Periodik:

    • Analisis data pertumbuhan anak setiap 6 bulan.
    • Penilaian capaian intervensi spesifik dan sensitif.
    • Diskusi bersama perangkat desa, kader, dan masyarakat untuk perbaikan program.
  3. Pelaporan:

    • Laporan berkala ke Dinas Kesehatan dan Kecamatan.
    • Data menjadi dasar perencanaan anggaran desa dan program lanjutan.

7. Pendekatan Fasilitasi Akademis

Untuk PD dan PLD, fasilitasi rembuk stunting dilakukan dengan:

  • Pendekatan partisipatif: mendorong masyarakat untuk berbagi pengalaman dan menentukan prioritas.
  • Data-driven: semua rekomendasi didasarkan pada data keluarga dan indikator kesehatan.
  • Multisektoral: melibatkan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
  • Berorientasi hasil: fokus pada perbaikan status gizi dan pengurangan risiko stunting secara nyata.

Kesimpulan

Rembuk stunting desa adalah forum strategis untuk mengintegrasikan data, analisis faktor, intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta strategi monitoring. Pendamping Desa dan PLD memegang peran kunci sebagai fasilitator, penghubung data, dan motivator masyarakat untuk mengurangi stunting secara berkelanjutan.



LAMPIRAN REMBUK STUNTING DESA

1. Format Notulen Rembuk Stunting Desa

No Waktu Agenda Pemateri / Fasilitator Ringkasan Diskusi / Keputusan
1 Pembukaan Kepala Desa / Pendamping Desa
2 Paparan Data Stunting Desa Kader / Bidan Desa
3 Identifikasi Masalah & Faktor Risiko Semua Peserta
4 Diskusi Rencana Aksi Intervensi Kelompok Diskusi
5 Penetapan Komitmen & Penutup Kepala Desa / Pendamping Desa

Catatan:

  • Tuliskan ringkasan diskusi, keputusan penting, rekomendasi, dan siapa penanggung jawab kegiatan.

2. Format Peta Keluarga Berisiko Stunting

No Nama Kepala Keluarga Jumlah Balita Usia Balita Status Gizi (BB/U, TB/U) Intervensi yang Diperlukan Catatan
1
2

Petunjuk Pengisian:

  • Data diambil dari Posyandu, KPM, atau Puskesmas.
  • Status gizi mengacu pada standar WHO (BB/U = Berat Badan per Umur, TB/U = Tinggi Badan per Umur).
  • Intervensi dapat berupa pemberian PMT, imunisasi, edukasi gizi, atau pendampingan keluarga.

3. Format Rencana Aksi Desa

No Kegiatan Intervensi Indikator Keberhasilan Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Sumber Dana / Dukungan
1
2

Contoh Kegiatan Intervensi:

  • Pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita gizi buruk.
  • Penyuluhan gizi untuk ibu hamil.
  • Peningkatan sanitasi dan akses air bersih.
  • Pelatihan kader posyandu.

4. Format Berita Acara & Komitmen Bersama

BERITA ACARA REMBUK STUNTING DESA

Pada hari ini, ___ [tanggal] ___, bertempat di ___ [lokasi] ___, telah dilaksanakan Rembuk Stunting Desa Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, dengan hasil sebagai berikut:

  1. Peserta:

    • Kepala Desa: _________________
    • Perangkat Desa: ______________
    • BPD: _________________________
    • Pendamping Desa: ____________
    • Kader Posyandu / KPM: _______
    • Bidan Desa / Tenaga Kesehatan: _____________
    • Tokoh Masyarakat / Agama / Perempuan: ____________
  2. Hasil Rembuk:

    • Tersusun peta keluarga berisiko stunting: Lampiran 1.
    • Disepakati rencana aksi desa: Lampiran 2.
    • Penetapan indikator keberhasilan dan penanggung jawab kegiatan.
  3. Komitmen Bersama:
    Kami yang bertanda tangan di bawah ini, berkomitmen untuk melaksanakan rencana aksi penurunan stunting di desa ini dengan penuh tanggung jawab, dan melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala.

Tanda Tangan Peserta:

No Nama Jabatan Tanda Tangan
1
2
3

Mengetahui,
Kepala Desa ___________________

Pendamping Desa _______________


Komentar