Berlayar Sambil Membangun Kapal: Refleksi dari Serah Terima Jabatan di BPSDM PMDDT
Tidak ada komentar
Beranda » inovasi birokrasi » Berlayar Sambil Membangun Kapal: Refleksi dari Serah Terima Jabatan di BPSDM PMDDT
Tidak ada komentar
Berlayar Sambil Membangun Kapal: Refleksi dari Serah Terima Jabatan di BPSDM PMDDT
Momentum serah terima jabatan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal (BPSDM PMDDT) Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi yang berlangsung pada Jumat, 31 Oktober 2025, bukan sekadar prosesi administratif. Di bawah kepemimpinan Kepala BPSDM PMDDT, Dr. Agustomi Masik, M.Dev.Plg, acara tersebut menjadi ruang refleksi dan penyematan semangat baru bagi seluruh aparatur di lingkungan Kementerian.
Dalam sambutannya, Dr. Agustomi menegaskan bahwa mutasi, rotasi, dan promosi jabatan adalah bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Pergantian jabatan bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan karir yang lebih bermakna. Ia mengingatkan agar setiap pegawai tidak terjebak dalam paradigma “sawang sinawang”, melihat posisi orang lain seolah lebih baik, karena setiap posisi memiliki tantangan sekaligus peluang untuk tumbuh. “Mungkin jabatan hari ini belum sesuai dengan harapan, namun bisa jadi justru merupakan pijakan untuk mencapai posisi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya dengan tegas namun menenangkan.
Salah satu pesan yang paling kuat dan menggugah adalah metafora “berlayar sambil membangun kapal”. Ucapan ini bukan sekadar kalimat motivasi, tetapi filosofi kepemimpinan yang mencerminkan dinamika kerja di birokrasi modern. Kepala BPSDM mengajak seluruh jajaran untuk tidak menunggu kondisi ideal sebelum bekerja. Dunia kerja pemerintah, khususnya dalam konteks pemberdayaan masyarakat desa, menuntut kecepatan, adaptasi, dan keberanian mengambil keputusan di tengah keterbatasan.
“Kita bermain kano di arum jeram,” lanjutnya, “ada batu terjal yang harus dilalui sambil tetap mendayung.” Kalimat ini menyiratkan bahwa kerja di lingkungan Kementerian Desa tidak pernah lepas dari tantangan, baik administratif, teknis, maupun sosial. Namun justru di situlah letak makna pengabdian: membangun sembari berproses, memperbaiki sambil melangkah.
Dalam prosesi tersebut juga dilakukan serah terima jabatan Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) dari Drs. Hasman Ma’ani, M.Si kepada Kombes Pol. Heri Lesmono, S.I.K.. Pergantian ini menandai fase baru dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan jajaran pendamping desa di seluruh Indonesia.
Kepala BPSDM menekankan pentingnya membuat catatan akhir jabatan bagi setiap pejabat yang akan digantikan. Catatan tersebut bukan hanya sebagai formalitas administratif, melainkan warisan pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi pijakan bagi pejabat pengganti. Tradisi ini diharapkan menjadi budaya organisasi yang menjamin kesinambungan kinerja tanpa kehilangan arah atau momentum.
Dalam sesi perkenalan, Kombes Pol. Heri Lesmono memperkenalkan diri dengan rendah hati namun penuh keyakinan. Ia menyampaikan bahwa pengalaman memimpin ribuan anggota di institusi sebelumnya menjadi bekal berharga dalam mengelola jaringan lebih dari 30.000 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia menyadari bahwa tugas ke depan tidak ringan, namun dengan kolaborasi dan komunikasi yang baik, seluruh tantangan dapat dihadapi bersama.
Kapus PPMD yang baru juga menekankan pentingnya pemahaman regulasi dan kepastian hukum dalam setiap aktivitas pendampingan desa. Hal ini menjadi krusial mengingat masih banyak desa yang tersandung masalah hukum terkait pengelolaan Dana Desa. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pendamping untuk bekerja berdasarkan aturan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memastikan setiap langkah selaras dengan arah kebijakan Kementerian.
Pesan besar dari kegiatan ini sejalan dengan semangat Asta Cita ke Enam, yakni “Membangun dari Desa dan dari Bawah” untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. BPSDM PMDDT berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh, inovatif, dan berintegritas — yang akan menjadi penggerak utama transformasi desa menuju kemandirian.
Semangat “berlayar sambil membangun kapal” mencerminkan karakter bangsa yang tangguh: bekerja bukan karena semua sudah siap, tetapi karena tanggung jawab memanggil. Dengan kepemimpinan yang visioner, kolaborasi yang solid, dan pemahaman regulasi yang kuat, Kementerian Desa dan seluruh jajarannya siap melanjutkan misi besar — menjadikan Desa Maju, Mandiri, dan Sejahtera sebagai fondasi kokoh Indonesia Emas 2045.
***
Disarikan Kembali dari Artikel Wahyu Hananto Pribadi TAPM Pusat - PIC Bidang Informasi dan Media TPP Pusat - dalam :
http://www.tppindonesia.com/2025/10/kepala-bpsdm-kita-harus-berlayar-sambil.html
Oleh : Bustami, S.Pd.I - Pendamping Desa Kecamatan Jangka Buya Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh