☕ Nyanger Dulu Sebelum Monev: Ritual Kecil Pendamping Desa Jangka Buya
Di Jangka Buya, Pidie Jaya, ada satu kebiasaan sederhana tapi penuh makna dari para pendamping desa: nyanger dulu sebelum turun ke lapangan. Begitulah gaya khas Firdaus, ST, salah satu Pendamping Desa yang sejak lama punya “ritual wajib” setiap kali akan melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan dana desa.
Jepretan di atas diambil pada Juli 2020. Terlihat Firdaus sedang menikmati segelas sanger, kopi susu khas Aceh yang diracik dengan takaran pas antara pahit dan manis, kuat tapi tetap lembut. Di warung kopi sederhana dengan kursi merah menyala itu, ide-ide tentang pembangunan desa sering mengalir begitu saja, kadang diiringi tawa ringan dan obrolan santai dengan warga.
Bagi Firdaus, nyanger bukan sekadar ngopi. Ia adalah cara untuk menenangkan pikiran sebelum memulai kerja serius: meninjau proyek fisik, berdialog dengan masyarakat, dan memastikan dana desa benar-benar memberi manfaat. Setelah meneguk sanger hangatnya, ia pun beranjak, turun ke lapangan, menyusuri jalan setapak dan proyek irigasi yang sedang dibangun, berbincang akrab dengan para pekerja desa.
Begitulah keseharian sederhana tapi penuh semangat seorang Pendamping Desa Jangka Buya. Karena di balik setiap pembangunan, selalu ada cerita kecil tentang dedikasi, dan tentu saja, secangkir sanger panas yang membuka hari. ☕💪
#NyangerDulu #PendampingDesa #JangkaBuya #DanaDesa #SangerAceh #CeritaDesa #PidieJaya #NgopiSambilMembangunDesa
***
___
Oleh : Bustami, S.Pd.I - PD Kecamatan Jangka Buya Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh.
0 Komentar