Delegasi Kepala Desa ke Tiongkok: Belajar, Bukan Sekadar Jalan-Jalan

Tidak ada komentar

🌏 Delegasi Kepala Desa ke Tiongkok: Belajar, Bukan Sekadar Jalan-Jalan


Delegasi 21 Kepala Desa Indonesia berangkat ke Tiongkok dalam program Head Benchmarking bersama Menteri Desa Yandri Susanto. Bukan sekadar studi banding, tapi belajar mewujudkan desa terbaik melalui inovasi, kolaborasi, dan semangat kemandirian.

✈️ Belajar ke Negeri Tirai Bambu

Ketika bicara tentang pembangunan desa, kadang kita lupa, bahwa dunia ini luas, dan banyak tempat bisa jadi guru yang baik. Nah, itulah semangat yang dibawa oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT), Yandri Susanto, saat melepas 21 kepala desa menuju Republik Rakyat Tiongkok dalam program Head Benchmarking Program yang berlangsung dari 30 Oktober hingga 5 November 2025.

Namun, perjalanan ini bukan sekadar “wisata belajar” yang penuh foto dan oleh-oleh. Menteri Yandri menegaskan, delegasi ini harus jadi contoh nyata.
Mereka diutus bukan hanya untuk melihat-lihat, melainkan untuk menimba ilmu, menyalakan ide, dan membawa pulang inspirasi yang bisa diterapkan di desa masing-masing.

🇨🇳 Kenapa ke Tiongkok?

Karena Tiongkok dikenal dengan keberhasilannya membangun desa mandiri dan inovatif. Dari pertanian modern, peternakan terpadu, hortikultura berteknologi tinggi, hingga digitalisasi layanan publik, banyak hal yang bisa dijadikan contoh.

Yandri berharap, para kepala desa tidak hanya mencatat dan mengagumi, tapi juga mengadaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi serta kearifan lokal di Indonesia.
Intinya: bukan meniru mentah-mentah, tapi mengambil semangat dan strategi kemandirian desa.

🧭 Harapan Setelah Pulang

Menteri Yandri memberi pesan tegas dan inspiratif:

“Belajar bukan untuk meniru sembarang, tapi untuk menemukan cara terbaik membangun negeri sendiri.”

Para kepala desa diharapkan pulang dengan rencana konkret, bukan sekadar koper penuh suvenir.
Mereka harus bisa membawa pulang peta jalan pembangunan desa, yang bisa diwujudkan lewat:

  • Inovasi ekonomi lokal (pertanian, pariwisata, dan UMKM)
  • Peningkatan SDM dan digitalisasi layanan desa
  • Kolaborasi masyarakat dan kelembagaan desa

Setelah kembali, mereka akan menjadi:

  • Motor penggerak perubahan di desanya,
  • Sumber inspirasi bagi desa lain, dan
  • Teladan dalam membangun kolaborasi lintas batas.

Langkah ini menjadi bukti bahwa desa kini bukan hanya penerima program, tetapi pencipta inovasi.
Dengan wawasan global, jejaring internasional, dan semangat gotong royong, desa-desa Indonesia siap melangkah lebih jauh:
membangun kemandirian ekonomi, memperkuat kapasitas SDM, dan memperluas daya saing di era digital.

Inilah bentuk nyata dari visi “Desa Terbaik” — desa yang tangguh, berdaya, dan berorientasi masa depan.

🌾 Terbang Tinggi, Kembali Membumi

Kunjungan ke Tiongkok hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju transformasi desa. Tantangan sebenarnya adalah mengubah inspirasi menjadi aksi nyata.

Harapannya sederhana namun kuat:

Para kepala desa pulang bukan hanya membawa cerita, tapi membawa perubahan.

Karena desa yang hebat bukan karena banyaknya proyek, tapi karena semangat manusianya yang terus mau belajar, berbenah, dan berinovasi.

📸 Selamat belajar dan membawa pulang inspirasi, para Kades hebat Indonesia!
Dari Tiongkok, untuk Desa yang Lebih Baik.

Disarikan kembali dari :https://www.kemendesa.go.id/berita/view/detil/5408/mendes-yandri-delegasi-kades-ke-tiongkok-wajib-jadi-contoh-wujudkan-desa-terbaik?


Komentar